CARA PEMESANAN PRODUK

DISTRIBUTOR RESMI NASA NAMA: SITI FATMATUS SYAROFAH HP/WA : 0822 2000 5350 / 08222 9999 066 MENERIMA PENDAFTARAN DISTRIBUTOR BARU

BUDIDAYA KOL MENGGUNAKAN PUPUK NASA

PUPUK NASA UNTUK TANAMAN KOL

PAKET PUPUK BUDIDAYA KOBIS / KOL ( SUPERNASA POWER NUTRITION POC NASA HORMONIK GLIO PESTONA AERO )


ISI PAKET
1 botol SUPERNASA 250 gram
1 botol POWER NUTRITION 250 gram
1 botol PUPUK ORGANIK CAIR NASA (POC NASA) 500 ml
1 botol HORMONIK 100 ml
1 botol GLIOCLADIUM 100 gram
1 botol PESTONA 500 ml
1 botol AERO A810 250 ml

CARA PAKAI POC NASA DAN HORMONIK

  • Campurkan 1 tutup HORMONIK + 5 tutup POC NASA ) per tangki semprot.
  • Penggunaan dengan cara disemprotkan terutama pada daun tanaman hingga merata (atas dan bawah daun).
  • Waktu semprot jam 08.00 - 12.00 (adalah waktu efektif stomata daun membuka penuh)
  • Tanaman semusim : mulai pertengahan usia tanaman hingga menjelang reproduksi, yaitu sebelum berbunga/ berumbi (3-6 kali semprot). Penggunaan semenjak awal tanam lebih baik.
  • Tanaman tahunan : 2-4 bulan sebelum berbunga/berbuah ( 3-6 kali semprot).

POWER NUTRITION (PWRK)/SUPERNASA (SPRK) + TANGGUH DEKOMPOSER (TADEC)
1. Larutkan 1 sendok makan POWER NUTRITION/SUPERNASA + 1 tutup TANGGUH DEKOMPOSER dengan 10 liter air kemudian siramkan ke sekitar pangkal tanaman 250 ml/per pokok tanaman (1 liter untuk 4 pokok tanaman).
2. Lakukan penyiraman setiap 1 - 2 bulan sekali
3. Agar lebih efisien tenaga Penyiraman baik dilakukan sekaligus dicampur dengan pupuk kimia.

POC NASA (NASA) + HORMONIK (HRN) + TANGGUH DEKOMPOSER (TADEC)
1. Larutkan 4 tutup POC NASA + 1 tutup HORMONIK + 1 tutup TANGGUH DEKOMPOSER dengan 15 liter air (1 tangki semprot) kemudian semprotkan merata ke daun bagian bawah dan bagian atas, waktunya antar jam 07.00 - 12.00 (waktu efektif stomata daun terbuka penuh)
2. Lakukan penyemprotan setiap 7 - 10 hari sekali.

POWER NUTRITION (PWRK)/SUPERNASA (SPRK) + TANGGUH DEKOMPOSER (TADEC) + GLIO
1. Larutkan 1 sendok makan POWER NUTRITION/SUPERNASA + 1 tutup TANGGUH DEKOMPOSER + 1 sendok makan GLIO dengan 10 liter air kemudian siramkan ke sekitar pangkal tanaman 250 ml/per pokok tanaman (1 liter untuk 4 pokok tanaman).
2. Lakukan penyiraman setiap 1 - 2 bulan sekali
3. Glio tidak dianjurkan untuk dicampur dengan pupuk kimia.

POC NASA (NASA) + HORMONIK (HRN) + TANGGUH DEKOMPOSER (TADEC) + AERO
1. Larutkan 4 tutup POC NASA + 1 tutup HORMONIK + 1 tutup TANGGUH DEKOMPOSER + tutup AERO dengan 15 liter air (1 tangki semprot) kemudian semprotkan merata ke daun bagian bawah dan bagian atas, waktunya antar jam 07.00 - 12.00 (waktu efektif stomata daun terbuka penuh)
2. Lakukan penyemprotan setiap 7 - 10 hari sekali.

CARA PAKAI SUPERNASA/POWER NUTRITION
(SETELAH TANAMAN BERUMUR 15 HARI ATAU LEBIH (CUKUP 1x DALAM 1 MASA TANAM)

CARA 1 :
1 sendok makan supernasa/power nutrition dicampur dengan air 10 liter kemudian disiramkan ke pangkal tanaman (bukan pada daun) masing-masing 1 gelas aqua kecil (200 ml) atau 1 liter untuk 5 tanaman.

CARA 2 :
1botol supernasa/power nutrition kecil 250 gram (1/4 kilogram) dicampur dengan air 1 drum (isi 250 liter) kemudian disiramkan ke pangkal tanaman (bukan pada daun) masing-masing 1 gelas aqua kecil (200 ml) atau 1 liter untuk 5 tanaman.

CARA 3 :
Campurkan 2 botol supernasa/power nutrition dengan NPK (Urea, TSP, KCL, PONSKA atau lainnya) 30-50 kg, aduk sampai rata, kemudian taburkan pada pangkal tanaman atau lubang siap tanam. Jika menggunakan supernasa pemakaian NPK (Urea, TSP, KCL, PONSKA atau lainnya) dapat dikurangi 25-50%. Jika menggunakan power nutrition pemakaian NPK dapat dikurangi 75- 90%.

CARA PAKAI SUPERNASA/POWER NUTRITION
(SEBELUM TANAM SEBAGAI PUPUK DASAR)

CARA 1 :
1 sendok makan supernasa/power nutrition dicampur dengan air 1 gembor (10 liter) kemudian disiramkan ke lahan siap tanam atau 1 gembor (10 liter) untuk 50 lubang tanam.

CARA 2 :
1 botol supernasa/power nutrition kecil 250 gram (1/4 kilogram) dicampur dengan air 1 drum (isi 250 liter) kemudian disiramkan ke lubang tanam masing-masing 1 gelas aqua kecil (200 ml) atau 1 drum (250 liter) untuk 1250 lubang tanam.

CARA 3 :
1 sendok makan supernasa/power nutrition dicampur dengan air 10 liter kemudian disiramkan ke lubang tanam masing- masing 1 gelas aqua kecil (200 ml) atau 1 liter untuk 5 lubang tanam.

Perhatian ...!!!
Supernasa Dan Power Nutrition Bukan Untuk Semprot Daun

CARA PAKAI POCNASA DAN HORMONIK (SEMPROT DAUN)

TANGKI 17 LITER :
5 tutup botol pocnasa + 1 tutup botol hormonik + % tutup botol aero dicampur dengan air 1 tangki (17 liter)dan disemprotkan merata bawah dan atas daun antara jam 07.00-11.00.

TANGKI 14 LITER :
4 tutup botol pocnasa + 1 tutup botol hormonik + % tutup botol aero dicampur dengan air 1 tangki (14 liter) dan disemprotkan merata bawah dan atas daun antara jam 07.00-11.00.

TANGKI 10 LITER :
tutup botol pocnasa + 1 tutup botol hormonik + % tutup botol aero dicampur dengan air 1 tangki (10 liter) dan disemprotkan merata bawah dan atas daun antara jam 07.00-11.00.
Perhatian !!!
- Pocnasa Dan Hormonik Kocok Dulu Sebelum Pakai -Aero Dituangkan Ke Tangki Paling Akhir

CARA PAKAI GLIO

CARA 1 (UNTUK PUPUK DASAR) :
Campurkan 1 bungkus Glio dengan 25-30 kg pupuk kandang, aduk hingga rata. Masukkan ke dalam karung, dan ditutup rapat.biarkan 1-2 minggu. Hindarkan dari panas & hujan.
Masukkan % genggam ke masing-masing lubang tanam, aduk rata dengan tanah,biarkan 3-7 hari baru ditanami.
CARA 2 (UNTUK PUPUK DASARI :
Campurkan 1 sendok makan Glio + 1 sendok makan Supernasa + 3 tutup Pocnasa pada 10 liter air, siramkan merata dengan gembor pada guludan/bedengan seluas 25 m2. Lahan ditutup dengan mulsa. Biarkan 3-7 hari baru ditanami.
CARA 3 :
Campurkan 1 sendok makan Glio + 1 sendok makan
Supernasa pada 10 liter air, kemudian disiramkan
ke pangkal tanaman masing-masing 1 gelas aqua kecil (200 ml)

TEKNIS BUDIDAYA KOBIS/KOL
PENDAHULUAN
Sampai saat ini, tingkat produksi tanaman kubis baik secara kuantitas maupun kualitas masih tergolong rendah. Hal ini disebabkan antara lain karena tanah sudah miskin unsur hara, pemupukan yang tidak berimbang, organisme pengganggu tanaman, cuaca dan iklim.

Untuk itu, PT. Natural Nusantara sebagai perusahaan yang peduli terhadap permasalahan pertanian dan kelestarian lingkungan berupaya membantu petani dalam peningkatan produksi secara kuantitas dan kualitas serta memelihara kelestarian lingkungan (3 - K). Sehingga petani mampu bersaing di era pasar bebas.

FASE PRA TANAM
1. Syarat tumbuh
- Tanaman dapat ditanam sepanjang tahun
- Tumbuh dan berproduksi dengan baik pada ketinggian 800 . ke atas, curah hujan hujan cukup dan temperatur udara 15o - 20o C.
- Jenis tanah yang dikehendaki gembur, bertekstur ringan atau sarang serta pH 6 - 6,5.

2. Pengelolaan Tanah dan Air
- Bersihkan gulma dan sisa-sisa tanaman untuk menekan serangan penyakit terbawa tanah seperti akar bengkak, busuk lunak, rebah semai, dll. dengan cara dicabut dan dikumpulkan lalu dibakar atau bisa dijadikan kompos
- Jangan menanam tanaman kubis-kubisan secara terus menerus dan lakukan pergiliran tanaman
- Gunakan pupuk organik (SUPER NASA), khususnya di musim kemarau untuk meningkatkan efisiensi penggunaan air

3. Persiapan Lahan
- Lahan dicangkul dan dibajak sedalam 20-30 cm
- Berikan Dolomit atau CAPTAN kira-kira 2 ton/ha jika pH < 5,5 dengan cara tanah dan kapur diaduk rata dan dibiarkan 2 minggu
- Siramkan pupuk SUPER NASA yang telah dicampur air secara merata di atas bedengan dengan dosis 1 botol/1000 m dengan cara :
Alternatif 1 : 1 botol SUPERNASA diencerkan dalam 3 liter air dijadikan larutan induk. Kemudian setiap 50 lt air diberi 200 cc larutan induk tadi untuk menyiram bedengan.
Alternatif 2 : setiap 1 gembor volume 10 lt diberi 1 peres sendok makan SUPERNASA untuk menyiram 5 - 10 meter bedengan.
- Jika tersedia pupuk kandang dapat diberikan kira-kira 0,25 - 0,5 kg per lubang tanam

FASE PERSEMAIAN
- Media persemaian terdiri dari campuran tanah dan pupuk kandang (kompos) halus dengan perbandingan 1:1 dan ditambah 100 gr (1 sachet)- - - Natural GLIO untuk 25 kg pupuk kandang
- Benih direndam dalam air hangat + POC NASA dosis 2 cc/lt air selama 0,5 - 1 jam lalu diangin-anginkan
- Sebarkan benih secara merata dan teratur lalu ditutup daun pisang selama 3-4 hari
- Semprotkan POC NASA seminggu sekali dengan dosis 3 tutup/tangki
- Lakukan penyiraman setiap hari dengan gembor
- Persemaian dibuka setiap pagi sampai jam 10.00 dan sore mulai pukul 15.00
- Amati bibit kubis yang terserang penyakit tepung berbulu (Peronospora parasitica) atau ulat daun pada daun pertama, dipetik dan dibuang daun yang terserang

FASE TANAM
1. Jarak tanam
Jarak tanam jarang 70 x 50 cm atau jarak tanam rapat 60 x 50 cm

2. Bibit
Bibit yang telah berumur 3 - 4 minggu memiliki 4 - 5 daun siap ditanam

3. Pemupukan
Pupuk dasar diberikan sehari sebelum tanam dengan dosis 250 kg/ha TSP, 50 kg/ha Urea, 175 kg/ha ZA dan 100 kg/ha KCl.
Pupuk dasar dicampur secara merata lalu diberikan pada lubang tanam yang telah diberi pupuk kandang, kemudian ditutup kembali dengan tanah.

4. Cara tanam
- Buat lubang tanam dengan tugal sesuai jarak tanam
- Pilih bibit yang segar dan sehat
- Tanam bibit pada lubang tanam
- Bila bibit disemai pada bumbung daun pisang langsung ditanam bersama bumbungnya
- Bila bibit disemai pada polybag plastik, keuarkan bibit dari polibag lalu baru ditanam
- Bila disemai dalam bedengan ambil bibit beserta tanahnya sekitar 2-3 cm dari batang sedalam 5 cm dengan solet (sistem putaran)
- Setelah ditanam, siram bibit dengan air sampai basah
- Kubis dapat ditumpangsarikan dengan tomat dengan cara tanam : 2 baris kubis 1 baris tomat. Tomat ditanam 3 atau 4 minggu sebelum kubis

FASE PRA PEMBENTUKAN KROP (0 - 49 HARI )
- Penyiraman dilakukan tiap hari pada pagi atau sore hari
- Pemupukan susulan dilakukan pada umur 28 hari dengan dosis 50 kg/ha Urea, 175 kg/ha ZA dan 100 kg/ha KCl
- Penyemprotan POC NASA 3 - 4 tutup/tangki ditambah HORMONIK 1-2 tutup/tangki dilakukan setiap 1 minggu sekali.
- Penyiangan (penggemburan dan pembubunan tanah) dilakukan pada umur 2 dan 4 minggu
- Perempelan cabang atau tunas-tunas samping dilakukan seawal mungkin supaya pembentukan bunga optimal
- Hama yang menyerang pada fase ini antara lain Ulat tanah (Agrotis ipsilon Hufn.), Ulat daun kubis (Plutella xylostella L.), Ulat krop kubis (Crocidolomia binotalis Zell.), Ulat krop bergaris (Hellula undalis F.)
- Lakukan pengamatan tiap minggu sekali terhadap hama-hama tersebut mulai kubis umur 13 hari. Populasi tertinggi terjadi pada awal musim kemarau
- Cara pengendalian; kumpulkan dan musnah secara mekanik, sanitasi lingkungan.
- Tanaman muda yang mati karena penyakit rebah kecambah (Rhizoctonia solani Kuhn.) dicabut, kemudian disulam dengan tanaman baru yang sehat, tambahkan Natural GLIO pada lubang tanam.

FASE PEMBENTUKAN CROP ( 50 - 90 HARI )
- Penyiangan secara manual dengan tangan perlu dilakukan sampai kira-kira satu minggu sebelum panen
- Lakukan pengamatan lebih intensif terhadap hama yang merusak berat pada fase ini yaitu; Ulat Daun Kubis (P. xylostella) dan Ulat krop kubis (C. binotalis), biasanya Pebruari Maret
- Serangan hama menjelang panen tidak perlu dikendalikan (secara kimia)

PANEN DAN PASCA PANEN
- Kubis dipanen setelah berumur 81- 105 hari
- Ciri-ciri kubis siap panen bila tepi daun krop terluar pada bagian atas krop sudah melengkung ke luar dan berwarna agak ungu, krop bagian dalam sudah padat.
- Pada saat panen diikursertakan dua helai daun hijau untuk melindungi krop
- Jangan sampai terjadi memar atau luka
- Amati penyakit Busuk Lunak (Erwinia carotovora) dan Busuk Hitam (Xanthomonas camprestris)
- Daun-daun kubis yang terinfeksi harus dibuang.
CatatanCatatan Pelapak tetap tunduk terhadap Aturan penggunaan Bukalapak.
Untuk produk Glio, Pestona, Metilat, BVR, Pentana, dan Corrin, mohon tanyakan dulu ketersediaan stoknya

INFO LEBIH LANJUT
SILAHKAN HUBUNGI
NAMA : SITI FATMATUS SYAROFAH
KODE STOKIS: D.1737
                                                         TELEPONE\WA: 0822-2000-5350


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "BUDIDAYA KOL MENGGUNAKAN PUPUK NASA "

Posting Komentar