CARA PEMESANAN PRODUK

DISTRIBUTOR RESMI NASA NAMA: SITI FATMATUS SYAROFAH HP/WA : 0822 2000 5350 / 08222 9999 066 MENERIMA PENDAFTARAN DISTRIBUTOR BARU

TEHNOLOGI TON NASA UNTUK MENINGKATKAN PRODUKSI RUMPUT LAUT

BUDIDAYA RUMPUT LAUT MENGGUNAKAN PUPUK NASA
CARA BUDIDAYA RUMPUT LAUT YANG BAIK
PUPUK NASA UNTUK RUMPUT LAUT




Rumpu Laut meruapakansalah satu tumbuhan yang hidup di pesisir pantai, Rumput laut ini banyak di gemari karena manfaat dan cita rasa yang berbeda beda sesuai dengan olahanya. Rumput laut yang hidup di atas karang karang terjal yang melindungi pantai dari deburan ombak ternyata juga banyak di temui di wilayah indonesia bagian tertentu seperti di beberapa daerah pantai selatan jawa( banten,garut,daerah ujung kulon kabupaten pandeglang), sementara di pantai barat sumatra dapat ditemui di pesisir barat prov.lampung sampai pesisir sumatra utara dan aceh.

Adapun cara untuk budidaya rumput laut menggunakan Pupuk Cair Nasa (poc nasa) , untuk lebih memermudah para pejuang rumput laut dan meningkatkan hasil dan kualitas terbaik rumput laut, agar bernilai tinggi dan semakin banyak penggemar rumput laut yang terpuaskan.

TEHNIK BUDIDAYA RUMPUT LAUT
Untuk membudiyakan rumput jenis Eucheuma sp perlu diperhatikan faktor faktor tekhnis dan non tekhnis antara lain :

1.Kelayakan Lokasi
Meliputi :
  • Bebas dari pengaruh angin topan dan ombak yang kuat
  • Mempunyai gerakan air ( Arus ) yang cukup (20-30 cm/detik)
  • Dasar perairan agak keras yang terdiri dari pasir dan karang serta bebas dari lumpur
  • Masih digenangi air pada waktu surut dengan kedalaman antara 30-60 cm
  • Kejernihan air tidak kurang dari 5 cm
  • Suhu air ( 20-28oC ) dengan fluktuasi harian maksimal 40oC
  • Kisar kadar garam 28-34
  • PH air antara 7-9
  • Mengandung cukup makan berupa makro dan mikro nutrien
  • Bebas dari bahan pencemaran
  • Bebas dari ikan dan hewan air yang bersifat herbivora
  • Mudah dijangkau untuk kelancaran proses produksi sampai kepada pemasaran hasil.
  • Sumber tenaga lebih cukup
  • Bahan pendukung mudah dan murah di peroleh ( Bambu, Benih, Dan lain lain )
2.Temperatur dan Sanitasi

Rata rata temperatur air laut sebaiknya berkisar antara 27-30oC jika terjadi kenaikan temperatur yang tinggi akan terjadi adanya uliment dan meliputi epiphyt, sehingga tanaman akan rontok. Sedangkan sanitasi airsangat tergantung pada faktor penguapan, serta ada tidaknya sumber air tawar. Untuk menghindari sanitasi yang tajam sebaiknya lokasi tanaman jauh dari muara sungai untuk menghindari endapan lumpur. Dari semua faktor yang disebutkan di atas, perlu di perhitungkan pula aada tidaknya pencemaran air laut seperti : genangan minyak, limbah pabrik, bahan peledak atau bahan kimia untuk penangkapan ikan.

3. Gerakan Air

Kesuburan lokasi tanaman sangat ditentukan oleh adanya gerakan air yang berupa arus ombak, karena gerakan air merupakan alat pengangkat zat makanan yang diperlukan bagi pertumbuhan tanaman. Arus atau ombak merupakan alat yang baik bagi massa air sehingga menjadi homogen akan menghindari perbedaan yang tajam pada kelarutan oksigen, temperatur, salinitas dan lain lain. Disamping itu gerakan air juga merupakan alat pembersih terhadap sediment dan epiphyt yang mkenumpuk pada tanaman. Ombak yang terlalu besar lebih merusak lebih merusak tanaman tetapi diperlukan juga sebagai alat pengaduk yang baik bagi massa air. Di samping itu ombaksebagai alat penangkap udara, sehingga memperkaya larutan oksigen ke dalam massa air. Untuk itu dalam budidaya rumput laut harus mengambil area/lokasi yang terbuka terhadap ombak danmempunyai terumbu karang yang menonjol sebagai tanggul ombak di bagian luar, sehingga lokasi tanaman hanya terkena pecahan ombak/lidah ombak saja. Dengan kecepatan arus antara 20 s/d 40 cm per detik.

4. Faktor Non Teknis

Di dalam melakukan budidaya rumput laut faktor non teknis juga sangat menunjang keberhasilan seperti halnya, sosial ekonomi masyarakat setempat, sarana dan porasarana trransportasi dan komunikasi. Lokasi dimana terdapat petani dannelayan yang hidup di bawah garis kemiskinan,kondisi ini sangat mendukung pembudidayaan rumput laut karena dapat memberikan lapangan kerja dengan tidak mengurangi persyaratan teknis budidaya rumput laut.

PENGADAAN DAN PEMILIHAN BIBIT

Penyediaan benih dapat diperbanyak secara generatif dan vegetatif
Ciri bibit yang baik :
1.Bibit tanaman harus muda
2.Bersih
3.Segar
Pengadaan bibit dapat dilakukan dengan maemanfaatkan sifat sifat reproduksi vegetatif dan generatif. Bibit hendaknya dipilih dan diambil dari stek ujungt tanaman rumput laut yang unggul yang masih muda, segar dan berasal dari tanaman rumput laut yaang sudah dibudidayakan. Ciri ciri jenis unggul bercabang banyak warna sesuai jenisnya dan pertumbuhanya cepat. Untuk metode lepas dasar, luas tiap petak rakit budidaya  100 m2 memerlukan bibit 240 kg.

FUNGSI TON DALAM EKOLOGI RUMPUT LAUT.

TON ( Tambak Organik Nusantara ) mengandung segala bahan bahan yang dibutuhkan dalam pertumbuhan rumput laut. Baik menyediakan unsur hara mikro lengkap, juga menyediakan unsur makro.

Selain itu TON juga akan meningkatkan kualitas rumput laut, karena akan menurunkan tingkat pencemaran logam berat yang juga kan terserap oleh rumput laut . Jika logam bera ini tidak ada yang mengikat, maka akan ikut terserap dalam proses aborsi unsurhara dari rumput laut, sehingga sangat berbahaya bagi konsumen.

Pertumbuhan rumput laut juga di penagruhi oleh jumlah oksigen terlarut ( DO ), Salinitas ( Kadar Garam ) dan temperatur. Kandungan oksigen selain dipengaruhi oleh gerakan air juga di pengaruhi oleh ketersediaan unsur hara. Hingga TON  juga sangat penting untuk menunjang ketersediaan oksigen di perairan . Temperatur ideal bagi pertumbuhan rumput laut adalah berkisar 200-280 dengan tersedianya unsur hara dalam jumlah yang optimal dan kondisi lingkungan yang seimbang karena pengaruh TON, Maka kualitas dan kuantitas bahan bahan yang dikandung oleh rumput laut juga akan meningkat. Selain itu, pemakaian TON juga akan membantu mengikat senyawa senyawa dan unsur unsur berbahaya dalam perairan. Senayawa senyawa dan unsur unsur ini jika teradsorbsi dalam sistem metabolisme rumput laut. Akan mengganggu pertumbuhan rumput laut dan juga akan menurunkan kualitas hasilnya. Selain itu jika rumput laut ini akan digunakan untuk bahan makanan, akan sangat berbahaya bagi yang menkonsumsinya. kandungan senyawa karbon aktif  dari TON akan sangat membantu untuk mereduksi senyawa senyawa dan unsur unsur berbahaya tersebut.

BUDIDAYA RUMPUT LAUT DAN CARA PEMAKAIAN TON ( TAMBAK ORGANIK NASA)



Dalam menjalankan budidaya rumput laut, pertama yang harus di perhatikan adalah pemilihan lokasi budidaya. Sebaiknya lokasi budidaya diusahakan di perairan yang tidak mengalami fluktuasi salinitas ( Kadar Garam ) yang besar dan bebas dari pencemaran industri ataupun rumah tangga. Selain itu pemilihan lokasi juga harus mempertimbangkan aspek ekonomisdan tenaga kerja. Budidaya rumput laut dapat dilakukan di areal pantai lepas maupun tambak. Dalam pembahasan sekarang ini kita kan menekankan pada budidaya di tambak.

Hal ini mengingat peran TON yang tidak efektif jika di perairan lepas ( Pantai ). Untuk Budidaya perairan lepas dibedakan dalam beberapa metode : yaitu
1.Metode Lepas Dasar
Dimana cara ini dikerjakan dengan mengikatkan bibit rumput laut pada tali tali yang dipatok secara berjajar-jajar di daerah perairan laut dengan kedalaman antara 30-60 cm. Rumput laut di tanam di dasar perairan

2.Metode Rakit
Cara ini dikerjakan di perairan di yang kedalamanya lebih dari 60 cm. Dikerjakan dengan mengikat bibir rumput di tali-tali yang di ikatkan di patok patok dalam posisi seperti melayang di tengah tengah kedalaman perairan.

3.Metode Tali Gantung
Jika dua metode di atas posisi bibit bibit rumput laut dalam posisi horizontal (mendatar) maka metode tali gantung ini digunakan dengan mengikatkan bibit bibit rumput laut dalam posisi vertikal ( Tegak Lurus ) pada tali tali yang disusun berjajar.

Pemakaian TON dengan 3 cara di atas hanya fapat di lakukan dengan sistem perendaman bibit. Karena jika TON diaplikasikan di perairan akan tidak efektif dan akan banyak yang hilang oleh arus laut.
Metode perendaman bibit dilakukan dengan cara :
Larutkan TON dalam air laut yang ditempatkan dalam wadah
Untuk 1 liter air laut diberikan seperempat sendok makan ( 5-10 ) TON dan tambahkan 1-2 cc Hormonik.

3. Rendam selama 4-5 jam, dan bibit siap di tanam.

Pemakaian TON akan sangat efektif jika diaplikasikan dalam budidaya rumput laut di tambak.
Cara budidaya di tambak ini dapat di lakukan dengan metode tebar.

Caranya adalah sebagai berikut :
1.Tambak harus dilengkapi saluran pemasukan dan pengeluaran.
2.Tambak dikeringkan dahulu
3.Taburkan kapur pH-nya netral (0,5-2 ton per hektar tergantung kondisi keasaman lahan )
4.Diamkan selama 1 minggu
5.Aplikasikan TON, dengan dosis 1-5 botol per-hektar ( untuk daerah daerah yang tingkat pencemaranya tinggi, dosisnya ditinggikan ), dengan cara dilarutkan dengan air dahulu, kemudian disebar secara merata di dasr tambak.
6.Diamkan 1 hari
7.Masukkan air sampai ketinggian 70 cm.
8.Tebarkan bibit rumput laut yang sudah direndam dengan TON dan HORMONIK seperti cara perendaman di atas. Dengan kepadatan 80-100 gram/m2.
9.Bila dasar tambak cukup keras, bibit dapat ditancapkan seperti penanaman padi.
10.Tidak perlu ditambah pupuk makro

Pemeliharaan Dan Aplikasi TON ( Tambak Organik Nusantara ) Susulan

Khusus untuk budidaya di tambak harus di lakukan minimal 1-2 minggu setelah penebaran bibit, hal ini untuk mengontrol posisi rumput laut yang di tebar. Biasanya karena pengaruh  angin. Bibit akan mengumpul di areal tertentu, Jika demikian harus dipisahkan dan di tebar merata lagi di areal tambak. Kotoran dalam bentuk debu air ( Lumpur terlarut atau suspended solid ) sering melekat pada tanaman, apalagi pada perairan yang tenang seperti tambak. Kotoran dealam bentuk debu air ( Lumpur terlarut/sunspended solid ) sering melekat pada tanaman, apalagi paada perairan yang tenang, seperti tambak. Pada sat itu, maka tanaman harus di goyang goyangkan di dalam air agar tanaman selalu bersih dari kotoran yang melekat. Kotoran ini akan mengganguu metabolisme rumput laut. Beberapa tumbuhan laut seprti ulva, hypea, Chaetomorpha, dan enteromorpha sering membelit tanaman. Tumbuhan tumbuhan tersebut harus segera disingkirkan dan dipisahkan dari ruimput laut agar tidak menurunkan kualitas hasil. Caranya dengan mengumpulkanya di darat. Bulu babi, ikan dan penyu merupakan hewan herbivora yang harus di cegah agar tidak memangsa rumput laut. Untuk budidaya di tambak di lakukan dengan memasang jaring di saluran pemasukan dan pengeluaran.

PEMANENAN
Tanaman dapat dipanen setelah mencapai umur 6-8 minggu setelah tanam dengan berat tanaman per ikatan 800 gram. Cara memanen rumput laut pada air pasang adalah dengan mengangkat seluruh tanaman ke darat kemudian tali rafia pengikat di potong. Sedangkan pada saaat air surut dapat dilakuakn langsung di areal tanaman. Denganmenggunakan rakit satu persatu ikatan tanaman dipanen. Dan dibawa ke darat dengan rakit. Panen yang dilakukan pada saat usia tanaman 1 bulan. Perbandingan antara berat basah dan kering berkisar 8:1, sedangkan bila tanaman berumur 2 bulan perbandingan berat basah denmgan berat kering adalah 6:1

Demikian Informasi mengenai CARA BUDIDAYA RUMPUT LAUT DENGAN TEHNOLOGI NASA, Semoga bisa bermanfaat bagi para pembaca dan bisa di aplikasikan dengan benar.

INFO PEMESANA PRODUK NASA
SEPERTI POC NASA, HORMONIK, DAN TON ( TAMBAK ORGANIK NUSANTARA )
BISA MENGHUBUNGI SIFI FATMATUS SYAROFAH 

INFO LEBIH LANJUT
SILAHKAN HUBUNGI
NAMA : SITI FATMATUS SYAROFAH
KODE STOKIS: D.1737
TELEPONE\WA: 0822-2000-5350



Cara meningkatkan produksi rumpt laut menggunakan poc nasa, poc nasa tehnologi terbaik untuk rumput laut, cara meningkatkan produksi ruumput laut menggunakan poc nasa, poc nasa pupuk cair organik untuk budidaya rumput laut, cara pemupukan poc nasa untuk rumput laut, harga satu paket pupuk oragnik nasa untuk rumput laut, manfaat pupuk cair nasa untuk rumput laut, harga pupuk organik cair nasa untuk rumput laut 

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "TEHNOLOGI TON NASA UNTUK MENINGKATKAN PRODUKSI RUMPUT LAUT "

Posting Komentar