CARA PEMESANAN PRODUK

DISTRIBUTOR RESMI NASA NAMA: SITI FATMATUS SYAROFAH HP/WA : 0822 2000 5350 / 08222 9999 066 MENERIMA PENDAFTARAN DISTRIBUTOR BARU

TEHNOLOGI NASA UNTUK BUDIDAYA PISANG

TEHNOLOGI NASA UNTUK BUDIDAYA TANAMAN PISANG

PUPUK NASA UNTUK BUDIDAYA  TANAMAN PISANG


CARA BUDIDAYA MENGGUNAKAN PUPUK NASA





PENDAHULUAN

Pisang merupakan salah satu jenis tanaman buah buahan yang memiliki sumber vitamin, mineral dan karbohidrat. Namun di indonesia ini tanaman pisang yang di tanam dalam skala rumah tangga ataupun kebun pemeliharaanya kurang intensif.
Sehingga produksi pisang di indonesia tertinggal dengan produksi pisang di pasar internasional. Karena hal ini lah PT.NATURAL NUSANTARA tergerak untuk membantu petani dalam memperbaiki kualitas dan kuantitas produksi tanaman pisang.

.SYARAT TUMBUH
1.Iklim
  • Iklim tropis basah, lembab dan panas mendukung pertumbuhan pisang. Namun demikian pisang masih dapat tumbuh di daerah subtropis
  • Kecepatan angin tidak terlalu tinggi
  • Curah hujan optimal adalah 1.520-3.800mm/tahun dengan 2 bulan kering.
2.Media Tanam
  • Sebaiknya pisang di tanam di tanah berhumus dengan pemupukan 
  • Air harus selalu tersedia tetapi tidak menggenang
  • Pisang tidak hidup pada tanah yang mengandung garam 0,07%
3.Ketinggian Tempat 
Dataran rendah sampai pegunungan setinggi 2.000 m dpl. Pisang ambon, nangka dan tanduk tumbuh baik sampai ketinggian 1.000 m dpl.

PEDOMAN TEKHNIS BUDIDAYA 
1.Pembibitan 
  • Perbanyakan dengan cara vegetatif berupa tunas ( anakan ) 
  • Tinggi anakan untuk bibit 1-1,5 m, lebar potongan umbi 15-20 cm.
  • Anakan di ambil dari pohon yang berbuah baik dan sehat.
  • Bibit yang baik daun masih berbentuk seperti pedang, helai dan sempit
2.Penyiapan Bibit 
Tanaman untuk bibit di tanam denganjarak tanam 2x2 m 
Satu pohon induk di biarkan memiliki tunas antara 7-9 

3.Sanitasi bibit sebelum di tanam 
  • Setelah di potong, bersihkan tanah yang menempel di akar
  • Simpan bibit di tempat teduh 1-2 hari sebelum tanam 
  • Buang daun yang lebar
  • Rendam umbi bibit sebatas leher batang di dalam larutan POC NASA ( 1-2 tutup ), HORMONIK (0,5 -1 tutup). Natural GLIO9 ( 1-2 sendok makan ) dalam setiap 10 liter air, selama 10 menit .Lalu bibit di keringkan
  • Jika di areal tanam sudah ada hama nematoda, rendem umbi bibit di dalam air panas beberapa menit
4.Pengolahan media tanam 
  • Lakukan pembasmian gulma, rumput atau semak semak 
  • Gemburkan tanah yang masih padat 
  • Buat sengkedan terutama pada tanah miring dan buat juga saluran pengeluaran air 
  • Dianjurkan menanam tanaman legum seperti lamtoro di batas sengkedan 
5.Tehknik Penanaman 
  • Ukuran lubang adalah 50 x 50 x 50 cm pada tanah berat dan 30 x 30 x 30 cm pad tanah gembur.
  • Jarak tanam 3 x 3 m untuk tanah sedang dan 3,3 x 3,3 m untuk tanah berat
  • Penanaman dilakukan menjelang musim hujan ( September-Oktober ) 
  • Siapkan campuran natural Glio dan pupuk kandang, Cranya : Campur 100 gram Natural Glio dengan 25-50 kg pupuk kandang. Jaga kelembaban dengan memercikan dengan memercikan secukupnya, masukkan ke dalam karung, biarkan 1-2 minggu
  • Pisahkan tanah galian bagian atas dan bagian bawah 
  • Tanah galian bagian atas di campur Natural GLIO 
  • Masukkan bibit dengan posisi tegak, tutp terlebih dahulu dengan tanah bagian atas yang sudah di campur Natural Glio, Dolomit dan pupuk kandang, Diikuti tanah galian bagian bawah
  • Catatan : Pupuk Kandang diberikan jika tersedia, jika tidak dapat di ganti dengan SUPERNASA
  • Siram dengan larutan POC NASA (1-2 Tutup). HORMONIK (0,5 tutup) dalam setiap5 liter air, untuk mendapatkan hasil lebik baik, POC NASA dapat diganti dengan POP SUPERNASA. Cara penggunaan POP SUPERNASA 1 botol POP SUPERNASA diencerkan dalam 4 liter air ( 4000 ml ) Air dijadikan larutan induk. Kemudian setiap 5 liter air diberi 5 tutup larutan induk tadi untuk penyiraman setiap pohon. Penyiraman di lakukan 2-3 bulan sekali.
6.Pemilihan Tanaman 
  • Satu rumpun hanya 3-4 batang
  • Pemotongan anak dilakukan sedemikian rupa sehingga dalam satu rumpun terdapat anakan yang masing masing berbeda umur ( Fase Pertumbuhan )
  • Setelah 5 tahun rumpun di bongkar diganti tanaman baru
  • Penyiangan dilakukan bersamaan dengan penggemburan dan penimbunan dapuran dengan tanah
  • Penyiangan dan penggemburan jangan terlalu dalam 
  • Pangkas daun kering 
  • Pengairan harus terjaga dengan disiram atau mengisi parit saluran air
  • Paang mulsa berupa daun kering ataupun basah. Tetapi mulsa tidak boleh dipasang terus menerus 
  • 7.Pemeliharaan Buah 
  • Potong jantung pisang yang telah berjarak 25 cm dari sisir buah terakhir 
  • Setelah sisir pisang mengembang sempurna, tandan pisang tandan pisang di bungkus kantung plastik bening polietlien tebal 0,5 mm, diberi lubang diameter 1,25 cm. Jarak tiap lubang 7,5 cm. Usahakn kantung menutupi 15-45 cm di atas pangkal sisir teratas dan 25 cm di bawahujung buah dari sisir terbawah.
  • Batang tanaman disangga dengan bambu yang dibenamkan sedalam 30 cm ke dalam tanah.

HAMA DAN PENYAKIT
1.HAMA
a.ulat daun ( Erienota Thrax)
Menyterang daun
Gejala : Daun menggulung seperti selubung dan sobek hingga tulang daun

b.Uret Kumbang ( Cosmopoliters sordidus )
Menyerang kelopak daun, batang
Gejala : lorong lorong ke atas/bawah dalam kelopak daun, batang pisang penuh lorong
Pengendalian : Sanitasi rumpun, bersihkan rumpun dari sisa batang pisang
Gunakan PESTONA

C.Nematoda
Menyerang akar
Gejala : Tanaman kelihatan merana, terbentuk rongga atau bintik kecil di dalan akar, akar bengkak.
Pengendalian : Gunakan bibit yang tahan, tingkatkan humus tanah dan gunakan lahan dengan kadar lempung kecil

D.Ulat Bunga dan Buah
Menyerang bunga dan buah
Gejala :

2.PENYAKIT
a.Penyakit Darah
Penyebab : Bakteri
Menyerang jaringan tanaman bagian dalam
Gejala : Jaringan menjadi kemerah merahan seperti berdarah.
Pengendalian : Pemberian Natural GLIO sebelum tanam, dan membongkar dan membakar tanaman yang sakit.

b.Panama
Penyebab : Jamur Fusarium oxysporum.
Menyerang daun
Gejala : daun layu dan putus, mula mula daun luar lalu bagian dalam, pelepah daun membelah membujur, keluarnya pembuluh getah berwarna hitam.
Pengendalian : Pemberian Natural GLIO sebelum, tanam, membongkar dan membakar tanaman yang sakit.

c.Bintik Daun
Penyebab : Jamur Cercospora Musae. Menyerang daun dengan gejala bintik sawo malang yang makin meluas
Pengendalian : Pemberian Natural GLIO sebelum tanam

e. Daun Pucuk
Penyebab : Virus dengan perantara kutu daun pantolonia nigronervosa
Menyerang daun pucuk
Gejala Daun : Pucuk tumbuh tegak luruis secara berkelompok.
Pengendalian : Mengendalikan kutu daun dengan Natural BVR, Membongkar dan membakar tanaman yang sakit.

PANEN

Ciri khas panen adalah mengeringnya daun bendera. Buah 80-100 hari dengan siku siku buah yang masih jelas sampai hampir bulat
Buah pisang dipanen bersama sama dengan tandanya. Panjang tandan yang diambil adalah 30 cm dari pangakl sisir paling atas.Gunakan pisau yang tajam dan bersih waktumemotong tandan.
Tandan pisang disimpan dalam posisi terbaik supaya getah dari bekas potongan menetes ke bawah tanpa mengotori buah
Setelah itu batang pisang dipotong hingga umbi batangnya dihilangkan sama sekali
Pada perkebunan pisang yang cukup luas, panen dapat dilakukan 3-10 hari sekali tergantung pengaturan tanaman produktif.

INFO LEBIH LANJUT
SILAHKAN HUBUNGI
NAMA : SITI FATMATUS SYAROFAH
KODE STOKIS: D.1737
TELEPONE\WA: 0822-2000-5350



Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "TEHNOLOGI NASA UNTUK BUDIDAYA PISANG "

Posting Komentar