CARA PEMESANAN PRODUK

DISTRIBUTOR RESMI NASA NAMA: SITI FATMATUS SYAROFAH HP/WA : 0822 2000 5350 / 08222 9999 066 MENERIMA PENDAFTARAN DISTRIBUTOR BARU

CARA MENINGKATKAN HASIL PANEN JAGUNG

BUDIDAYA JAGUNG



1.PENDAHULUAN

 Di indonesia jagung merupakan komoditi tanaman pangan penting,namun tingkat produksi belum optimal.PT NATURAL NASANTARA berupaya meningkatkan hasil produksi tanaman jagung secrara kuantitas,Kualitas,dan ramah lingkungan /berkelanjutan (Aspek K-3)

11.SYARAT PERTUMBUHAN

Curah hujan yang ideal sekitar 85 sampai200 mm/bulan dan harus merata.Pada fase pembungaan dan pengisian biji perlu mendapatkan cukup air.Sebaiknya ditanam pada awal musim hujan atau menjelang musim kemarau.Membutuhkan sinar matahari ,tanaman yang ternaungi,pertumbuhanya akan terhambat dan menghasilkan biji yang tidak optimal.suhu optimum antara 230 C-300 C.Jagung tidak memerlukan persyaratan tanah khusus ,namun tanah yang gembur,subur dan kaya humus akan bereproduksi optimal.pH tanah antara 5,6-7,5.Aerasi dan ketersediaan airbaik,kemiringan tanah kurang dari 8%.Daerah dengan kemiringan tanah lebih fari 8%,sebaiknya dilakukan pembentukan teras  dahulu.Ketinggian antara 1000-1800m dpl dengan ketinggian optimum antara 50-600 m pdl

111.PEDOMAN TEKNIK BUDAYA

A.SYARAT BENIH

Benih sebaiknya bermutu tinggi baikgenetik,fisik dan fisiologi (benih hibryda).
Daya tumbuh benih lebih dari 90 %.Kebutuhan benih  + 20-30 kg/hari.Sebelum benih ditanam,sebaiknya direndam dalam POC NASA(dosis 2-4cc/lt air semalam).

B.PENGOLAHAN LAHAN

Lahan dibersihkan dari sisa tanaman sebelumnya ,sisa tanaman yang cukup banyak dibakar ,abunya dikembalikan kedalam tanah,kemudian dicangkul dan diolah dengan bajak.Tanah yang akan ditanami dicangkulsedalam 15-20 cm.Saluran ini dibuat terutama pada tanah yang drainasenya jelek.Di daerah dengan pH kurang dari 5,tanah dikapur (dosis 300 kg/ha) dengan cara menyebar kapur merata /pada barisan tanaman ,+ 1 bulan sebelum tanam.Sebelum tanam tanah sebaiknya disebari GLIO yang sudah di campur dengan pupuk kandang  matang untuk mencegah penyakit
layu pada tanaman jagung.

C.PEMUPUKAN


Waktu
Dosis pupuk Makro
 (per ha)
DOSIS PUPUK NASA
Urea (kg)
NPK(Kg)
Perendaman benih
-
-
POC NASA 5 TUTUP  + HORMONIK 2  TUTUP/10 liter air
Pupuk dasar
50
50
SUPERNASA 3 KG
Susulan  1(2 minggu)
50
100
POC NASA 5 TUTUP + HORMONIK  1 tutup /14 Liter (tangki)
3 minggu
-
-
-
4 minggu


POC NASA 5 TUTUP  + HORMONIK  1 tutup  /14 liter (tangki)
Susulan 11 (6 minggu)
50
100
POWERNUTRITION 3 Kg
POC NASA 5 tutup  + HORMOIC  1 tutup /14 liter (tangki)
  • alternatif 1: 1 botol SUPER NASA diencerkan dalam 3 lt air(jadi larutan induk ).Kemudian setiap 50 lt air dikasih 200 cc larutan induk tadi untuk menyiram bedengan.
  • alternatif 2: 1 gembor(10-15 lt) beri 1 sendok peres makan SUPER NASA untuk menyiram + 10  bedengan 

D.Teknik Penanaman 

1.Penentuan pola tanaman 

Beberapa pola tanam yang biasa di terapkan :
  • Tumpang Sari (intercropping),melakukan penanaman lebih dari 1 tanaman (Umur sama atau berbeda).Contoh : tumpang sari sama seperti umur jagung dan kedelai,tumpang sari berbeda umur dengan jagung ,ketela pohon,padi,gogo.
  • Tumpang gilir(Multiple cropping),dilakukan secara beruntun sepanjang tahun dengan mempertimbangkan faktor faktor lain untuk mendapat keuntungan maksimum.Contoh:Jagung muda,padi gogo,kedelai,kacang tanah,dll.
  • Tanaman Bersisipan(Relay Cropping):pola tanam dengan menyisipkan satu atau beberapa jenis tanaman selain tanaman pokok9dalam waktu tanam yang bersamaan atau waktu yag berbeda).Contoh:jagung di sisipkan kacang tanah  ,waktu jagung menjelang panen disisipkan. kacang panjang .
  • Tanaman Campuran (Mixed Cropping):prenanaman terdiri beberapa tanaman dan tumbuh tampa di atur jarak tanam maupun larikanya,semua tercampur jadi satu .Lahan efisien tetapi riskan terhadap ancaman hama dan penyakit. Contoh :tanaman campuran seperti jagung ,kedelai,ubi kayu.
2.Lubang Tanam dan Cara Tanam 

Lubang tanam di tugal,kedalaman 3-5cm,dan setiap lubangnya di isi satu butir benih.Jarak tanam jagung di sesuaikan dengan umur panennya,semakin panjang umurnya,jarak tanam semakin lebar .Jagung berumur panen lebih 100 hari sejak penanaman ,jarak tanamya 40x100 cm(2 tanaman/lubang).Jagung berumur panen 80-100hari,jarak tanamnya 25x27cm( 1 tanaman /lubang).Pada saat penanaman sebaiknya tanah  dalam keadaan lembab dan tidak tergenang.Apabila tanah kering ,perlu diairi dahulu.

E.PENGELOLAAN TANAMAN 

1.Penjarangan dan Penyulaman 
Tanaman yang tumbuhnya paling tidak baik,dipotong dengan pisau atau gunting tajam tepat di atas permukaan tanah.
Pencabutan tanaman secara langsung tidak boleh dilakukan ,karena akan melukai akar tanaman lain yang akan dibiarkan tumbuh  /mati,dilakukan 7-10 hari sesudah tanam(hst).Jumlah dan jenis benih serta perlakuan dalam penyulaman sama dengan waktu penanaman .

2.Penyiangan 
Penyiangan dilakuka 2 minggu sekali .
Penyiangan pdabtanaman jagung yang masih muda dapat degan tangan atau dengan cangkul kecil,garpu dll.Penyiangan jangan sampai mengganggu perakaran tanaman yang pada umur tersebut masih belum cukup kuat mencengkram tanah maka dilakukan setelah tanaman berumur 15 hari.

3.Pembumbunan
Pembumbunan dilakuk bersama penyiangan untuk memperkokoh posisi batang agar tanaman tidak mudah rebah dan menutup akar yang bermunculan di atas permukaan tanah karena adanya aerasi.Dilakukan saat tanaman berumur 6 minggu ,bersamaan dengan waktu pemupukan .Tanah di sebelah kanan dan kiri barisan tanaman diuruk dengan cangkul,kemudian di timbun di barisan tanaman .Dengan cara ini akan terbentuk guludan yang memanjang.

4.Pengairan dan Penyiraman 
Setelah benih di tanam,dilakukan penyiraman secukupnya ,kecuali apabila tanah telah lembab ,tujuanya agar tanaman tidak layu .Namun menjelang tanaman berbunga ,air yang diperlukan lebih besar sehingga perlu dialirkan pada parit parit diantara bumbunan tanaman jagung.

F.HAMA DAN PENYAKIT

1.Hama

a.lalat bibit(Atherigona exigua stein)
Gejala: daun berubah warna menjadi kekuningan,bagian yang terserang mengalami pembusukan ,akhirnya tanaman menjadi layu,pertumbuhan tanaman menjadi kerdil atau mati.
Penyebab : lalat bibit dengan ciri ciri warna lalat abu abu ,warna punggung kuning kehijauan bergaris ,warna perut coklat kekuningan, warna telur putih mutiara dan pnjang lalat 3-3,5 mm.
Pengendalian : (1) Penanaman serentak dan penerapan pergiliran tanaman.(2)tanaman yang terserang segera dicabut dan dimusnahkan.(3)Sanitasi Kebun.(4)semprot dengan BVR atau PESTONA 


b.Ulat Pemotong
Gejala:Tanaman terpotong beberapa cm di atas permukaan tanah ,ditandai dengan bekas gigitan pada batangnya,akibatnya tanaman yang masih muda akan roboh 
 Penyebab:beberapa jenis ulat pemotong : Agrotis Ipsilon,spodoptera litura,penggerak batang jagung(ostrinia furnacalis),dan penggerak buah jagung (Helicoverpa armigera).
Pengendalian : (1) Tanaman serentak atau pergiliran tanaman  (2) Cari dan bunuh ulat ulat tersebut (biasanya terdapat di dalam tanah) ,(3) semprot BVR atau PESTONA 

2.Penyakit

a.Penyakit bulai (Downy mildew)
Penyebab : cendawan peronosclerospora maydis dan P.javanica serta P. philippinensis,merajalela pad suhu udara 270 C ke atas serta  keadaan udara lembab .
Gejala :(1) umur 2-3 minggu daun runcing ,kecil,kaku,pertumbuhan batang terhambat ,warna menguning,sisi bawah daun terdapat lapisan spora cendawan warna putih; (2) umur 3-5 minggu mengalami gangguan pertumbuhan ,daun berubah warna dari bagian pangkal daun,tongkol berubah bentuk dan isi ;(3) pada tanaman dewasa ,terdapat garis garis kecoklatan pada daun tua.
Pengendalian : (1) Penanaman menjelang atau awal musim penghujan ;(2)pola tanam dan pola pergiliran tanaman,penanaman varietas tahan ; (3) Cabut tanaman terserang dan musnahkan ; (4)  Preventif diawal tanam dengan GLIO

b.Penyakit bercak daun (Leaf bligh)
Penyebab:cendawan  Helminthosporium Turcicum.
Gejala:Pada daun tampak bercak berkembang dan meluas dari ujung daun hingga ke pangkal daun,semua bercak tampak basah ,kemudian berubah warna menjadi coklat kekuning kuningan ,kemudian berubah warna menjadi coklat tua.Akhirnya seluruh permukaan daun berwarna coklat.
Pengendalian :(1) pergiliran tanaman (2) mengatur kondisi lahan tidak lembab;(3)Prenventif diawal dengan GLIO

c.Penyakit karat(Rust)
Penyebab:Cendawan Puccinia sorghi Schw dan P.polypora Underw .
Gejala:Pada tanaman dewasa ,daun tua terdapat titik titik noda berwarna merah kecoklatan ,seperti karat serta terdapat serbuk berwarna kuning kecoklatan,serbuk cendawan ini berkembang dan memanjang.
pengendalian (1)Mengatur Kelembaban;(2) menanam varietas tahan terhadap penyakit;(3) sanitasi kebun;(4) semprot dengan GLIO

d,Penyakit busuk tongkol dan busuk biji
Penyebab :Cendawan Fusarium atau Gibberella antara lain Gibberella zeae (schw),Gibberella fujikuroi (schw)Gibberella moniliforme.
Gejala :Dapat diketahui setelah membuka pembungkus tongkol,biji biji jagung berwarna merah  jamu atau kecoklatan kemudian berubah menjadi coklat sawo matang .
Pengendalian: (1) menanam jagung variates tanah ,pergiliran tanam,mengatur jarak tanam,perlakuan benih;(2)GLIO diawal tanam.
Catatan:Jika pengendalian hama penyakitdengan menggunakan pestisida alami belum mengatasi dapat dipergunakan pestisida kimia yang dianjurkan .Agar penyemprotan pestisida kimia lebih merata dan tidak mudah hilangoleh air hujan,tambahkan perekat perata AERO 810,dosis+5 ml (1/2 tutup)tangk

c.Penyakit Gosong bengkak(Corn smut/Boil smut)
Penyebab:cendawan ustilago maydis (DC) Cda,ustilago Zeae(Schw) Ung,uredo zeae Schw ,uredo maydis DC.
Gejala;Masuknya cendawan ini ke dalam biji pada tongkol sehingga terjadi pembengkakan dan Mengeluarkan kelenjar (gall) pembengkakan ini menyebabkan pembungkus rusak dan spora tersebar.
Pengendalian :(1) mengatur Kelembaban; (2) memotong bagian tanaman dan dibakar;(3) benih yang akan ditanam di campur GLIO dan POC NASA.

G.Panen dan Pasca panen

1.Ciri dan Umur Panen 

Umur panen +86-96 hari setelah tanam.Jagung untuk sayur (Jagung muda ,baby corn) dipanen sebelum bijinya terisi penuh(Diameter tongkol 1-2 cm),jagung rebus/bakar ,dipanen ketika matang susu dan jagung untuk beras jagung ,pakan ternak,benih,tepung dll dipanen jika sudah matang fisiologis

2.Cara Panen

Putar tongkol berikut kelobotnya/patahkan tangkai buah jagung.

3.Pengupasan

dikupas saat masih menempel pda batang atau setelah pemetikan sekesai,agar kadar air dalam tongkol dapat diturunkan sehingga cendawan tidak tumbuh.

4.Pengeringan 
Pegeringan jagung dengan sinar matahari (+7-8 hari ) hingga kadar air+90%-11% atau dengan mesin pengering.

5.Pemipilan
setelah kering dipipil denga tangan atau alat pemipil jagung.

6.Penyortiran dan Penggolongan 

Biji biji jagung dipisahkan dari kotoran atau apa saja yang tidak dikehendaki (sisa-sisa tongkol,biji kecil,biji pecah,biji hampa,dll).Penyortiran untuk menghinari serangan jamur,hama selama dalam penyimpanan dan menaikan kualitas panenan.


INFO LEBIH LANJUT
SILAHKAN HUBUNGI
NAMA : SITI FATMATUS SYAROFAH
KODE STOKIS: D.1737
TELEPONE\WA: 0822-2000-5350


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "CARA MENINGKATKAN HASIL PANEN JAGUNG "

Posting Komentar