CARA PEMESANAN PRODUK

DISTRIBUTOR RESMI NASA NAMA: SITI FATMATUS SYAROFAH HP/WA : 0822 2000 5350 / 08222 9999 066 MENERIMA PENDAFTARAN DISTRIBUTOR BARU

CARA BUDIDAYA SELEDRI NASA




DESKRIPSI SINGKAT TENTANG SELEDRI
Daun seledri mungkin banyak kita jumpai di pasar sebagai tanaman sayuran untuk campuran sop, bakso, mie juga ada yang mengolahnya untuk dijadikan obat ataupun perawatan kecantikan, seledri (Apium Graveolens L. Dulce) adalah tanaman sayuran dari famili Umbelliferae yang berasal dari Mediterania sekitar Laut Tengah.
Nah saat ini saya akan memaparkan sedikit tentang cara budidaya seledri yang baik berdasarkan pengalaman saya. Artikel ini saya buat dengan mengambil beberapa sumber untuk teori nya serta pengalaman pribadi saya sebagai petani seledri. Semoga bermanfaat bagi pembaca.

SYARAT TUMBUH TANAMAN SELEDRI
Untuk dapat tumbuh dengan baik, seledri harus ditanam di daerah subtropis dengan ketinggian 1.000-1.200 m dpl, suhu udara 15­­­­0 240C, kelembaban berkisar antara 80-90%, Curah hujan berkisar antara 60-100 mm/bulan, dan lahan harus mendapat penyinaran matahari yang cukup. Lahan yang ideal untuk tanaman seledri adalah tanah yang gembur, subur, mengandung bahan organik, serta tata udara dan air yang baik. Tanah yang paling baik untuk budidaya seledri adalah tanah jenis Humus, dengan top soil setebal 20 cm, karena mengandung unsur-unsur yang mendukung pertumbuhan tanaman seledri, seperti: pH tanah antara 5,5-6,5, mengandung cukup natrium, dan kalsium. Karena jika kekurangan unsur tersebut, maka pertumbuhan tanaman seledri akan kerdil, kuncup dan pucuk mengering, dan batang serta tangkai daun retak-retak.

Namun agan agan jangan patah semangat dulu. Berdasarkan pengalaman saya di lapangan daerah saya termasuk dataran rendah. Menurut google search daerah saya berada pada ketinggian 500 mdpl dengan suhu udara rata-rata 280 300C.  Curah hujan standar. Kami menggunakan penutup sederhana dari daun kelapa sebagai peredam sengatan matahari. Untuk dataran rendah kami menanam varietas yang cocok dengan daerah kami yakni amigo cap panah merah.

PEMBIBITAN
Perkembangbiakan seledri dapat dilakukan secara generatif lewat bijinya maupun vegetatif yakni dengan anakannya. Namun, memperbanyak seledri dengan menggunakan biji lebih sering dilakukan untuk tujuan komersial. Biji yang akan dijadikan benih tersebut berasal dari varietas unggul yang memiliki kemampuan atau daya berkecambah > 90%. Proses pembenihan diawali dengan :
  • Merendam benih ke dalam air larutan Glio sehangat kuku selama 15 menit. Benih selanjutnya disemai di bedengan yang berukuran lebar 100-120 cm, tinggi 20-30 cm dan panjang sesuai kondisi lahan.
  • Cara membuat bedengan dengan mengolah tanah sedalam 20 cm dan mencampur tanah yang diolah tersebut dengan bokhasi sebanyak 2 kg/m2. - Buat larikan sedalam 0,5 cm dengan kayu atau tripleks dengan cara di garis-garis. Semaikan benih di atas bedengandengan cara di siwir-siwir di dalam alur/larikan dengan jarak antar larikan 15-20 cm. Benih yang sudah disemai di bedengan tidak perlu di tutup dengan tanah. Cukup di spraisampai seluruh permukaannya lembab. Setelah di spray media semai lalu di tutup dengan anyaman daun kelapa.
  • Setelah 3 hari terlihat berkecambah penutup anyaman daun kelapa tadi di naikkan setinggi 100-120 cm sebagai atap.
  • Pemupukan media semai dilakukan pada hari ke 25. Dengan melarutkan 1 sendok urea ke dalam 14 liter air, diamkan semalam untuk mengeluarkan uap dari urea, selanjutnya saat akan aplikasi campur Poc Nasa sebanyak 4 tutup botol dan Hormonik sebanyak 1 tutup botol dan Bvr sebanyak 2 sendok teh. Spray kabut di pagi hari sebelum pukul 08:00.Untuk memacu pertumbuhan dan mencegah dari serangan kutu dan tungau. Setelah benih berumur 30 - 45 hari  atau telah memiliki 4-5 helai daun, perkiraan tinggi daun sudah mencapai 20 cm pindahkan bibit tersebut ke media tanam.

PENGOLAHAN LAHAN
Pengolahan lahan dilakukan dengan mencangkul lahan sedalam 30-40 cm dan membiarkannya selama 15 hari. Campur tanah olahan dengan kapur kalsit atau dolomite Dosisnya sebanyak 100 kg200 kg kapur untuk setiap 1000 m. Selain untuk menjaga PH tanah juga diambil unsur Mg nya.
Di atas tanah yang telah diolah tersebut kemudian dibuat bedengan dengan lebar 100 cm, tinggi 30 cm, dan panjang sesuai dengan kondisi lahan, sementara jarak antar bedengan antara 50-60 cm. Campurkan pupuk kandang dengan tanah bedengan sebanyak 3-4 kg per m2. Campur rata diamkan selama 5 – 7 hari.

PENANAMAN
Gemburkan lahan bedengan terlebih dahulu, lalu di buat larikan sedalam 5 cm dengan jarak antar larikan 20 cm. Buatkan atap dari anyaman daun kelapa setinggi 120 cm dari bedengan.
  • Bibit seledri yang telah memiliki 4-5 helai daun yang ada di lahan persemaian dicabut bersama akarnya dengan hati-hati. Bersihkan tanah yang menempel di akar dengan cara dicelupkan ke air dan di goyang goyang perlahan sehingga bersih dari tanah. Jika masih ada bibit yang belum memiliki 4-5 helai daun, tinggalkan di ladang persemaian untuk digunakan sebagai tanaman sulam.
  • Tanamkan bibit 1 rumpun sebanyak 3-4 bibit dengan cara di lepaskan, dan padatkan tanah di sekitar batang. Sebelum ditanam, rendamlah terlebih dahulu akar bibit selama 15 menit ke dalam larutan Glio. 1 larikan jika lebar bedengan 100 cm bisa ditaman 8-9 rumpun.
  • Setelah bibit ditanam, siramlah bedengan dengan air bersih hingga lembab.



PEMUPUKAN
Seledri membutuhkan pupuk kompleks antara Makro NPK 15 atau 16 dan Mikro, untuk aplikasi saya sendiri pupuk Makro yang saya gunakan NPK 15 (phonska) berhubung hanya pupuk jenis itu saja yang tersedia di toko toko pertanian terdekat, untuk pupuk Mikro yang saya gunakan yaitu Pupuk Nasa, yang selain untuk ZPT pupuk nasa juga mengandung tambahan unsur N, P, K, Mg, dan unsur penting lainnya yang sangat dibutuhkan tanaman.
Aplikasi pemupukan saya lakukan dengan cara membuat larutan induk atau NPK cair yaitu 1 kg NPK dilarutkan dengan 10 liter air tutup rapat. Kemudian ambil 1 liter air larutan tadi campurkan dengan 50-60 liter air tambahkan zpt Supernasa sebanyak 2,5-3 sendok makan, Glio sebanyak 2 sendok makan. Siram ke bedengan di tengah tengah setiap larikan sebanyak 1 liter. Pemupukan dilakukan sejak usia tanam mencapai 21 hari. Disusul setiap 2 minggu sekali aplikasi pengecoran pupuk hingga panen. Lakukan penyemprotan Poc Nasa dan Hormonik dengan dosis 4 tutup Poc Nasa + 1 tutupHormonik / tangki + 2 sendok teh BVR untuk pencegahan OPT seperti kutu, tungau, ulat tanah, ulat jengkal. Semprot kabut 10 hari sekali hingga panen.

PEMELIHARAAN
Selama masa pemeliharaan, lakukan penyulaman saat tanaman berumur 7-15 hari. Ganti bibit yang mati dan ganti dengan bibit tanaman yang baru. Untuk penyiangan, dilakukan bersamaan dengan penggemburan dan pemupukan.
Selama proses pemeliharaan tanaman, pengairan atau penyiraman dilakukan 1-2 kali sehari sampai panen. Saat pengecoran pupuk di pagi hari penyiraman dilakukan secukupnya, selanjutnya sore hari dilakukan sebagaimana biasanya. Penyiraman diaplikasikan langsung kepangkal tanaman menggunakan selang air agar hemat tenaga.aplikasi fungisida score dilakukan 2 minggu sekali sampai masa panen.

PENGENDALIAN ORGANISME PERUSAK TANAMAN (OPT) HAMA
OPT yang menyerang tanaman seledri antara lain kutu, tungau, ulat tanah, ulat pengorok daun,belalang, walang sangit, bercak daun, penyakit fusarium, penyakit hawar serkospora, dan busuk akar. Pengendalian OPT dilakukan tergantung pada OPT yang menyerang. Untuk busuk akar dan layu fusarium saya menggunakan Glio yang diaplikasikan bersamaan dengan pengecoran pupuk. Untuk bercak daun, hawar serkospora saya menggunakan Corrin. Untuk kutu, tungau, Ulat tanah, ulat pengorok daun, belalang, walang sangit saya menggunakan Bvr yang di semprotkan bersamaan dengan Poc Nasa dan Hormonik. Apabila serangan hama membludak ditandai dengan terlihat daun dan pelepah daun terkoyak saya menggunakan Pestona atau Pentana.


PANEN
Tanaman seledri yang ditanam dari persemaian biasanya di panen pada umur 110–120 hari.
Untuk Tanaman seledri sistem cabut akar, biasanya dipanen ketika sebagian besar tanaman dianggap telah mencapai fase layak jual, tetapi ukuran yang agak beragam tidak dapat dihindari. Penundaan panen dapat menyebabkan sebagian tanaman menjadi bergabus, sedangkan panen yang terlalu dini berakibat sedikitnya tangkai daun yang berukuran besar. Panen dilakukan dengan cara dicabut.

Untuk seledri yang panennya sistem petik pelepah matang akan lebih ekonomis dan produktif bagi petani. Untuk seledri sistem petik daun ini, tanaman akan produktif selama 16-18 bulan sejak semai.
Untuk seledri sistem petik ini pemetikan dilakukan seminggu sekali, dalam serumpun tanaman seledri bisa menghasilkan 2-3 pelepah daun perminggu. Pemeliharaan pasca panen dilakukan untuk seledri jenis ini. Yaitu setiap habis pemetikan lakukan pemupukan susulan setiap minggu dengan Urea 1 sendok makan pres/ 10 liter air di eram semalaman, paginya aplikasi dengan ditambah 1 sendok tehSupernasa + 1 sendok teh Glio. Penyiraman sama 1 liter diantara larikan 1 dan lainnya. Selanjutnya penyemprotan Poc Nasa 4 tutup + Hormonik 1 tutup + Bvr 1 sendok teh + 1 tutup score / tangki. Lakukan setiap sehabis pemetikan. Terus menerus sampai panen selanjutnya.

INFO LEBIH LANJUT
SILAHKAN HUBUNGI
NAMA : SITI FATMATUS SYAROFAH
KODE STOKIS: D.1737
TELEPONE\WA: 0822-2000-5350

AGEN PENJUAL PUPUK ORGANIK, PUPUK UNTUK TANAMAN SELEDRI, PUPUK ORGANIK UNTUK SELEDRI, SUPAYA SELEDRI BERTUNAS BANYAK, AGEN PUPUK NASA, DISTRIBUTOR PENJUAL PUPUK ORGANIK NASA, OBAT HAMA UNTUK TANAMAN SELEDRI, CARA MENGATASI BUSUK AKAR PADA SELEDRI, CARA MENGATASI HAMA WERENG PADA TANAMAN SELEDRI, CARA PEMUPUKAN SELEDRI DENGAN PRODUKNASA, 

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "CARA BUDIDAYA SELEDRI NASA"

Posting Komentar