CARA PEMESANAN PRODUK

DISTRIBUTOR RESMI NASA NAMA: SITI FATMATUS SYAROFAH HP/WA : 0822 2000 5350 / 08222 9999 066 MENERIMA PENDAFTARAN DISTRIBUTOR BARU

BUDIDAYA KELAPA SAWIT NASA



Tanaman kelapa sawit ( elaeis guineensis jacq ) telah menjadi tanaman komersial karena produktivitas minyaknya yang sangat tinggi dibanding tanaman penghasil minyak lainnya. Produktivitas yang tinggi ini terutama  tergantung pada faktor genetis ( bahan tanaman/kecambah/bibit ), lingkungan tumbuh ( kesesuaian lahan terkait iklim dan kesuburan lahan ), perlakuan kultur teknis atau budidaya baik saat tanaman belum menghasilkan dan tentu saja kualitas sumber daya manusia.

Tanaman kelapa sawit sangat toleran terhadap kondisi lingkungan yang kurang baik. Namun, untuk menghasilkan pertumbuhan yang sehat dan jagur serta menghasilkan produksi yang tinggi dibutuhkan kisaran kondisi lingkungan tertentu atau SYARAT TUMBUH TANAMAN KELAPA SAWIT. Kondisi iklim, tanah dan bentuk wilayah merupakan faktor lingkungan utama yang mempengaruhi produktivitas tanaman kelapa sawit. Kondisi lingkungan tersebut diobservasi melalui tindakan survei dan selanjutnya hasil survei tersebut dievaluasi.

Aktivitas menilai kecocokan potensi sumberdaya lahan yang meliputi faktor iklim, tanah dan bentuk wilayah dengan persyaratan tumbuh tanaman kelapa sawit, disebut evaluasi atau penilaian lahan. Hasil evaluasi lahan ini akan memberikan informasi tentang kelayakan suatu lahan untuk budidaya kelapa sawit, cara pengelolaannya dan gambaran produktivitas yang dihasilkan yang nantinya akan menentukan keuntungannya secara finansial.

SYARAT TUMBUH

Penelitian kesesuaian lahan dilakukan dengan cara survei areal menggunakan metode yang tepat dan pengumpulan data yang akurat serta pemeriksaan yang cermat. Standar beberapa faktor yang dinilai merupakan syarat tumbuh tanaman kelapa sawit adalah meliputi : kondisi iklim, bentuk wilayah dan kondisi tanah.

KONDISI IKLIM

Tanaman kelapa sawit dapat tumbuh dengan baik pada suhu udara 27 derajat celcius dengan suhu maksimum 33 derajat celcius dan suhu minimum 22 derajat celcius sepanjang tahun. Curah hujan rata-rata tahunan yang memungkinkan untuk pertumbuhan kelapa sawit adalah 1250-3000 mm yang merata sepanjang tahun ( dengan jumlah bulan kering kurang dari 3 ), curah hujan optimal berkisar 1750-2500 mm.

Kelapa sawit lebih toleran dengan curah hujan yang tinggi ( misalnya >3000 mm ) dibandingkan dengan jenis tanaman lainnya, namun demikian dalam kriteria klasifikasi kesesuaian lahan nilai tersebut sudah menjadi faktor pembatas ringan. Curah hujan <1250 mm sudah merupakan faktor pembatas berat bagi pertumbuhan kelapa sawit.
Jumlah bulan kering lebih dari 3 bulan sudah merupakan faktor pembatas berat. Adanya bulan kering yang panjang dan curah hujan yang rendah akan menyebabkan terjadinya defisit air. Lama penyinaran matahari yang optimal adalah 6 jam per hari dan kelembaban nisbi untuk kelapa sawit pada kisaran 50-90% ( optimalnya 80% ).

Aspek iklim lainnya juga dapat berpengaruh pada budidaya kelapa sawit adalah ketinggian tempat dari permukaan laut ( elevasi ). Elevasi untuk pengembangan tanaman kelapa sawit adalah kurang dari 400 m dari permukaan laut (dpl). Areal dengan ketinggian tempat lebih dari 400 m dpl tidak disarankan lagi untuk perkebunan kelapa sawit.

BENTUK WILAYAH

Bentuk wilayah yang sesuai untuk kelapa sawit adalah datar sampai berombak yaitu wilayah dengan kemiringan lereng antar 0 - 8%.
Pada wilayah bergelombang sampai berbukit ( kemiringan lereng 8- 30%, kelapa sawit masih dapat tumbuh dan berproduksi dengan baik melalui upaya pengelolaan tertentu seperti pembuatan teras.
Pada wilayah berbukit dengan kemiringan >30% tidak dianjurkan untuk kelapa sawit karena akan memerlukan biaya yang besar untuk pengelolaannya, sedangkan produksi kelapa sawit yang dihasilkan relatif rendah.

KONDISI TANAH

Sifat tanah yang ideal dalam batas tertentu dapat mengurangi pengaruh buruk dari keadaan iklim yang kurang sesuai. Misalnya tanaman kelapa sawit pada lahan yang beriklim agak kering masih dapat tumbuh baik jika kemampuan tanahnya tergolong tinggi dalam menyimpan dan menyediakan air. Secara umum, kelapa sawit dapat tumbuh dan berproduksi baik pada tanah-tanah ultisols, entisols, inceptisols, andisols dan histosols.

Bebeda dengan tanaman perkebunan lainnya, kelapa sawit dapat diusahakan pada tanah yang memiliki tekstur agak kasar sampai halus yaitu antara pasir berlempung sampai liat masif. Beberapa karakteristik tanah yang digunakan dalam penilaian kesesuaian lahan untuk kelapa sawit meliputi batuan di permukaan tanah, kedalaman efektif tanah, tekstur tanah, kondisi drainase tanah, dan tingkat keasaman tanah ( pH ).

Tekstur tanah yang paling ideal untuk kelapa sawit adalah lempung berdebu, lempung liat berdebu, lempung berliat dan lempung liat berpasir. Kedalaman efektif tanah yang baik adalah jika >100 cm, sebaliknya andai kata kedalaman efektif <50 cm dan tidak memungkinkan untuk diperbaiki maka tidak direkomendasikan untuk kelapa sawit.

Kemasaman (pH) tanah yang optimal adalah pada pH 5,0 - 6,0, namun kelapa sawit masih toleran terhadap pH <5.0 misalnya pH 3,5 - 4,0 (pada tanah gambut). Beberapa perkebunan kelapa sawit terdapat pada tanah yang memiliki pH tanah >pH 7,0 namun produktivitasnya tidak optimal. Pengelolaan tingkat kemasaman tanah dapat dilakukan melalui tindakan pemupukan  dengan menggunakan jenis jenis pupuk yang berkemampuan meningkatkan pH tanah seperti pupuk dolomit, kapur pertanian (kaptan) dab fosfat alam (rock phosphate), Sedangkan pupuk tehnologi organik direkomendasikan adalah POP SUPERNASA.





INFO LEBIH LANJUT
SILAHKAN HUBUNGI
NAMA : SITI FATMATUS SYAROFAH
KODE STOKIS: D.1737
TELEPONE\WA: 0822-2000-5350


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "BUDIDAYA KELAPA SAWIT NASA"

Posting Komentar